Sabtu, 04 Agustus 2012

Attitude Is Everything


Attitude is a little thing, but can make big differences. – Sikap adalah suatu hal kecil, tetapi dapat menciptakan perbedaan yang besar.
Sikap berperan sangat penting terhadap kesuksesan atau kebahagiaan seseorang. Sejumlah ilmuwan dari universitas terkemuka di duniamengungkapkan bahwa manusia dapat menggali potensinya secara lebihmendalam dan luas dengan sikap yang positif. Berdasarkan hasil penelitianterhadap ribuan orang-orang yang sukses dan terpelajar, berhasildisimpulkan bahwa 85% kesuksesan dari tiap-tiap individu dipengaruhi oleh sikap. Sedangkan kemampuan atau technical expertise hanya berperan pada
15% sisanya.
Sikap mempunyai peran yang lebih besar di bidang bisnis jasa maupun bisnis pemasaran jaringan. Sikap berperan pada 99%, jauh lebih besar dibandingkan peran keahlian yang hanya 1%. Dapat dikatakan bahwa mencapai sukses di bisnis jasa maupun bisnis pemasaran jaringan sangatlah gampang, selama
dilakukan dengan sikap yang positif. Ada sebuah kata-kata bijak yang menyebutkan, “Your attitude not aptitude determine your altitude – Sikap Anda bukanlah bakat atau kecerdasan, tetapi menentukan tingkat kesuksesan Anda.”
Pengaruh Kekuatan Spiritual, Impian dan Antusiasme Terhadap Sikap Seseorang Sikap positif dapat terus ditingkatkan, tentu saja memerlukan waktu cukup lama dan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor spiritual atau kemampuan untuk bersyukur, aspirasi atau kemampuan menciptakan impian dan kekuatan atau semangat dalam diri manusia itu sendiri sangat mempengaruhi sikap seseorang. Faktor-faktor tersebut memberikan kontrol terhadap sikap seseorang dalam memilih respon terbaik atas kejadian-kejadian yang dialami.
Kekuatan spiritual berpegaruh terhadap kemampuan seseorang dalam melihat sisi positif dari setiap kejadian. Kekuatan keimanan menjadikan seseorang akan mampu mengartikan semua fenomena hidup ini sebagai pelajaran berharga, yang dapat membangkitkan nilai lebih dalam diri. Contohnya saja Helen Keller, meskipun kehilangan fungsi indra pendengaran dan penglihatan sejak usia 19 bulan, ia masih selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Aku berterima kasih kepada Tuhan atas segala cacatku. Karena cacat yang kuderita, aku berhasil menemukan diriku sendiri, pekerjaanku dan Tuhanku,” kata sarjana lulusan Harvard University di Amerika itu. Dengan kekuatan keimanan ia dapat melakukan fungsinya sebagai umat manusia secara optimal, yakni sebagai seorang penulis karya sastra dan guru bagi orang-orang buta dan tuli.
Selain itu, kekuatan spiritual merupakan kontrol yang sangat efisien terhadap sikap seseorang. Sehingga orang itu tetap memiliki tekad yang kuat untuk berusaha dengan cara-cara yang positif tanpa kenal putus asa. Kekuatan spiritual mengarahkan sikap seseorang dan pikirannya kepada hal-hal yang positif, tidak dihantui oleh rasa tidak percaya diri, malas, dan sikap negatif lainnya.
Sikap juga dipengaruhi impian. Seseorang yang selalu dapat memperbarui
impian akan cenderung bersikap berani, rajin, percaya diri atau bersikap
lebih positif. Impian yang besar akan menjadikan seseorang berusaha
mengadaptasikan sikap mereka menjadi penuh tenggang rasa, jujur, hormat,
tegas, insiatif, berjiwa besar dan lain sebagainya. Orang yang mempunyai
impian akan selalu dapat mengendalikan sikap dengan pikirannya.
Oleh sebab itu, letakkan satu standar yang lebih tinggi, sehingga potensi
diri kita dapat ditingkatkan. William Faulkner, seorang novelis peraih
hadiah nobel, mengatakan, “Impikan dan bidiklah selalu lebih tinggi
daripada yang Anda sanggupi. Janganlah hanya bercita-cita lebih baik
daripada pendahulu atau sesama Anda. Cobalah menjadi lebih baik daripada
diri sendiri.” Artinya, kita senantiasa memerlukan impian sebagai kontrol
terhadap sikap dan mencapai kemajuan hidup yang berarti.
Selain impian, ada satu hal yang penting disini yaitu antusiasme. Kata itu
berasal dari bahasa Yunani, yaitu en theos artinya God in you – Tuhan
bersamamu. Disaat kita sedang bersemangat, pada saat itulah Tuhan
senantiasa mendampingi kita. Dengan semangat itulah manusia menciptakan
impian yang lebih besar, berusaha memperoleh kemajuan-kemajuan serta
mencapai sukses. Elbert Hubbart pun menegaskan, “Nothing great has ever
been accomplished without enthusiasm. – Tidak ada satupun kemajuan
menakjubkan untuk diraih tanpa antusiasme.”
Semangat dapat terus ditingkatkan dengan mengisi setiap detik waktu kita
dengan kebiasaan-kebiasaan yang konstruktif. Kebiasaan-kebiasaan positif
itu diantaranya mendengar, membaca, berbicara dan bergaul dengan orang
yang positif. Jika seseorang dapat mempertahankan dan meningkatkan
semangat hidup dalam dirinya, maka sikapnya menjadi lebih terarah hingga
dapat menikmati hal-hal yang benar-benar menakjubkan di dunia ini.
Sikap yang benar-benar didasari oleh faktor-faktor spiritual, impian dan
antusiasme yang kuat pada kenyataannya selalu positif. Sikap positif itu
sendiri sangat mempengaruhi seseorang untuk dapat mengekplorasi seluruh
potensi diri dan meraih kesuksesan maupun kebahagiaan. Sikap ternyata yang
terpenting bagi kemajuan atau kebahagiaan Anda saat ini dan di masa-masa
yang akan datang. Oleh sebab itu dikatakan bahwa sikap adalah
segala-galanya – Attitude is Everything.

tagged from : http://filsafat.kompasiana.com/2009/12/26/attitude-is-everything-sikap-adalah-segalanya/

0 komentar:

Posting Komentar